Semua orang ingin SUKSES. Dan untuk itu diperlukan motivasi yang kuat untuk mengatasi tantangan untuk mencapai apa yangKita inginkan. Motivasi ini harus ditumbuhkan dari dalam diri sendiri. Semua orang bisa membaca buku atau menghadiri seminar untuk memperoleh motivasi, namun hal yang sering terjadi adalah kenaikan emosi sesaat untuk berubah. Barangkali ini bertahan satu atau dua minggu dan setelah itukita merasa semuanya kembali menjadi biasa-biasa saja seperti kondisi semula atau bahkan menurun.
Jadi bagaimanakah yang seharusnya kita lakukan?
“Motivasi adalah pohon yang disiram dengan kedisiplinan diri”
Bagaimana caranya supaya tetap termotivasi untuk bekerja mencapai tujuan yang diinginkan? Motivasi adalah seni berkomunikasi dengan diri sendiri. Komunikasi ini melibatkan perasaan yang kita rasakan melalui emosi yang muncul.
Emosi timbul sebagai akibat dari perasaan yang terjadi didalam diri.
Jadi sebetulnya mudah untuk hidup termotivasi. Kuncinya adalah rasakan hal-hal yang membahagiakan dan bayangkan kesuksesan yang akan kita raih. Maka kita akan termotivasi untuk bekerja keras dalam mencapai tujuan kita.
Ada beberapa hal yang harus dilakukan supaya tetap dapat termotivasi dalam hidup, diantaranya yaitu :
1. konsisten
Kemudahan itu muncul dari kebiasaan. Demikian juga halnya dengan motivasi . Ia memerlukan kedisiplinan sehingga kita terbiasa hidup dengan motivasi.
“Sesuatu yang Anda ulangi tiap hari selama 21 hari akan menjadi kebiasaan”.
Ada beberapa cara untuk melatih memotivasi diri, salah satu cara yang cukup efektif adalaha, saat kita terbangun dari tidur dan berdiri di depan cermin, kita katakan kepada diri kita sendiri " ya, saya bisa" , " saya bahagia" atau kata-kata lain yang bersifat sugesti.
2. Bertanggung jawab
Sadar atau tidak sadar, kita butuh orang lain untuk mengingatkan kita untuk tetap berada di tujuan. Seseorang yang selalu bersedia untuk memberikan dukungan dan menjadi mitra bertukar pikiran bagi ide dan gagasan kita. Dari sini kita akan merasa bertanggung jawab untuk memberikan yang terbaik . Proses mencapai tujuan menjadi lebih mudah dengan hadirnya seseorang yang menjadi cermin dirikita.
3. Usahakan kita selalu berada dengan orang-orang yang mempunyai visi yang sama
Saat kita bersama dengan orang-orang yang mempunyai gagasan dan tuhuan hidup yang sama, kita bisa memperoleh energi dan motivasi dari mereka dan kita akan mudah untuk termotivasi dan memperoleh support. Apa yang kita rasakan sebagai rintangan ketika bekerja sendiri bisa teratasi dengan bantuan dan dukungan teman-teman yang bervisi sama.
4. Fokus pada proses, bukan tujuan
Hal ini sangat penting. Kita sering jatuh mental ketika menemui kesulitandalam mencapai tujuan. Tetaplah Fokus pada proses. Cepat atau lambat, setiap proses memerlukan waktu. Tujuan kita sudah jelas, namun perjalanan untuk menuju kesana bisa berliku dan naik turun. Dengan fokus pada proses kita terhindar dari beban mental karena kita memegang kendali atas proses itu sendiri, bukan dikendalikan oleh target untuk mencapai tujuan.
Kita tahu bahwa motivasi merupakan kunci untuk meraih sukses. Yangkita perlukan sekarang adalah kemauan yang kuat untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan jangan lupa bersyukur dan hargai diri kita disetiap keberhasilan sekecil apapun itu.
beni rahmad
Selamat datang di dunia motivasi. Anda insyaallah akan mendapatkan tulisan-tulisan yang menggugah disini. Segala kebenaran datangnya dari Allah. Saya Beni Rahmad mengucapkan,selamat menikmati...
Senin, 30 Agustus 2010
Minggu, 29 Agustus 2010
Lailatul Qadar
Keutamaan Malam Seribu Bulan
[Print View] [kirim ke Teman]
Malam Lailatul Qadar adalah malam yang dimuliakan Allah. Allah menamainya dengan Lailatul Qadar, menurut sebagian pendapat, karena pada malam itu Allah mentakdirkan ajal, rizki dan apa yang terjadi selama satu tahun dari aturan-aturan Allah . Hal ini sebagaimana Allah firmankan:
Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah. (Ad Dukhan: 4)
Di dalam ayat tersebut Allah menamai Lailatul Qadar karena sebab tersebut. Menurut pendapat lain, disebut malam Lailatul Qadar karena malam tersebut memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah. Allah menyebutnya sebagai malam yang berkah, sebagaimana firman-Nya:
Sesungguhnya kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesunggunhnya kami-lah yang memberi peringatan. (Ad Dukhan: 3)
Allah juga memuliakan malam ini dalam firman-Nya:
Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. (Al Qadr: 2-3)
Maksudnya, amalan di malam yang barakah ini menyamai pahala amal seribu bulan yang tidak ada Lailatul Qadar padanya. Seribu bulan sama dengan 83 tahun lebih. Ini menunjukkan keutamaan malam yang besar ini. Oleh karenanya Nabi berusaha mencari malam Lailatul Qadar. Beliau bersabda:
“Barang siapa shalat di malam Lailatul Qadar karena keimanan dan mengharapkan pahala, maka dia akan diampuni dosanya yang telah lampau ataupun yang akan datang.”
Allah juga mengabarkan bahwa pada malam itu malaikat Jibril dan ruh turun. Ini menunjukkan betapa besar dan pentingnya malam ini karena turunnya malaikat tidak terjadi kecuali untuk perkara yang besar. Kemudian Allah mensifati malam itu dengan firman-Nya:
Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. (Al Qadr: 5)
Allah mensifati malam tersebut dengan malam keselamatan. Ini menunjukkan kemuliaan, kebaikan, dan keberkahannya. Orang yang terhalangi dari kebaikan malam itu berarti terhalangi dari kebaikan yang sangat banyak. Inilah keutamaan-keutamaan yang besar pada malam barakah ini.
Akan tetapi, Allah menyembunyikannya di bulan Ramadhan agar seorang muslim bersungguh-sungguh mencarinya. Sehingga amalnya semakin banyak dan dengan itu ia menggabungkan antara banyaknya amal di seluruh malam-malam Ramadhan dan bertepatan dengan malam Lailatul Qadar dengan segala keutamaan, kemuliaan dan pahalanya. Sehingga dengan itu ia mengumpulkan antara dua kebaikan. Ini merupakan karunia Allah atas hamba-hamba-Nya.
Ringkasnya, bahwa Lailatul Qadar adalah malam yang besar (agung) dan berkah. Juga merupakan nikmat dari Allah yang mendatangi seorang muslim di bulan Ramadhan. Maka jika dia diberi taufik untuk memanfaatkannya dalam kebaikan, ia akan mendapatkan pahala yang besar dan kebaikan yang banyak yang sangat dia butuhkan. (penjelasan Asy-Syaikh Shalih Fauzan dalam Fatawa Ramadhan, 2/847-849)
Kapan Malam Lailatul Qadar Itu?
Terdapat riwayat dari Nabi bahwa malam Lailatul Qadar terjadi pada malam 21, malam 23, malam 25, malam 27, atau malam 29 dan akhir malam bulan Ramadhan.
Al-Imam Asy-Syafi’i berkata: “Ini menurut saya, wallahu a’lam, karena Nabi menjawab sesuai dengan pertanyaannya. Dan pendapat yang paling kuat bahwa itu terjadi pada malam-malam yang ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan berdasarkan sabda Nabi dari ‘Aisyah bahwa Nabi beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dan beliau mengatakan:
“Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim, lihat Shifat Shaum An-Nabi, Asy-Syaikh Ali Hasan, hal. 87)
Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar
Dari Ubai ia berkata, Rasulullah bersabda:
“Pagi hari dari malam Lailatul Qadar, matahari terbit tanpa sinar seperti bejana dari tembaga sampai tinggi.” (HR. Muslim)
Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata, bersabda Rasulullah :
“Lailatul Qadar adalah malam yang tenang, cerah, tidak panas dan tidak dingin, matahari terbit di pagi harinya lemah dan berwarna merah.” (HR. Ath-Thayalisi, Ibnu Khuzaimah, dan Al-Bazzar, sanadnya hasan. Lihat Shifat Shaum An-Nabi, Asy-Syaikh Ali Hasan, hal. 90)
Wallahu a’lam.
[Print View] [kirim ke Teman]
Malam Lailatul Qadar adalah malam yang dimuliakan Allah. Allah menamainya dengan Lailatul Qadar, menurut sebagian pendapat, karena pada malam itu Allah mentakdirkan ajal, rizki dan apa yang terjadi selama satu tahun dari aturan-aturan Allah . Hal ini sebagaimana Allah firmankan:
Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah. (Ad Dukhan: 4)
Di dalam ayat tersebut Allah menamai Lailatul Qadar karena sebab tersebut. Menurut pendapat lain, disebut malam Lailatul Qadar karena malam tersebut memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah. Allah menyebutnya sebagai malam yang berkah, sebagaimana firman-Nya:
Sesungguhnya kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesunggunhnya kami-lah yang memberi peringatan. (Ad Dukhan: 3)
Allah juga memuliakan malam ini dalam firman-Nya:
Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. (Al Qadr: 2-3)
Maksudnya, amalan di malam yang barakah ini menyamai pahala amal seribu bulan yang tidak ada Lailatul Qadar padanya. Seribu bulan sama dengan 83 tahun lebih. Ini menunjukkan keutamaan malam yang besar ini. Oleh karenanya Nabi berusaha mencari malam Lailatul Qadar. Beliau bersabda:
“Barang siapa shalat di malam Lailatul Qadar karena keimanan dan mengharapkan pahala, maka dia akan diampuni dosanya yang telah lampau ataupun yang akan datang.”
Allah juga mengabarkan bahwa pada malam itu malaikat Jibril dan ruh turun. Ini menunjukkan betapa besar dan pentingnya malam ini karena turunnya malaikat tidak terjadi kecuali untuk perkara yang besar. Kemudian Allah mensifati malam itu dengan firman-Nya:
Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. (Al Qadr: 5)
Allah mensifati malam tersebut dengan malam keselamatan. Ini menunjukkan kemuliaan, kebaikan, dan keberkahannya. Orang yang terhalangi dari kebaikan malam itu berarti terhalangi dari kebaikan yang sangat banyak. Inilah keutamaan-keutamaan yang besar pada malam barakah ini.
Akan tetapi, Allah menyembunyikannya di bulan Ramadhan agar seorang muslim bersungguh-sungguh mencarinya. Sehingga amalnya semakin banyak dan dengan itu ia menggabungkan antara banyaknya amal di seluruh malam-malam Ramadhan dan bertepatan dengan malam Lailatul Qadar dengan segala keutamaan, kemuliaan dan pahalanya. Sehingga dengan itu ia mengumpulkan antara dua kebaikan. Ini merupakan karunia Allah atas hamba-hamba-Nya.
Ringkasnya, bahwa Lailatul Qadar adalah malam yang besar (agung) dan berkah. Juga merupakan nikmat dari Allah yang mendatangi seorang muslim di bulan Ramadhan. Maka jika dia diberi taufik untuk memanfaatkannya dalam kebaikan, ia akan mendapatkan pahala yang besar dan kebaikan yang banyak yang sangat dia butuhkan. (penjelasan Asy-Syaikh Shalih Fauzan dalam Fatawa Ramadhan, 2/847-849)
Kapan Malam Lailatul Qadar Itu?
Terdapat riwayat dari Nabi bahwa malam Lailatul Qadar terjadi pada malam 21, malam 23, malam 25, malam 27, atau malam 29 dan akhir malam bulan Ramadhan.
Al-Imam Asy-Syafi’i berkata: “Ini menurut saya, wallahu a’lam, karena Nabi menjawab sesuai dengan pertanyaannya. Dan pendapat yang paling kuat bahwa itu terjadi pada malam-malam yang ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan berdasarkan sabda Nabi dari ‘Aisyah bahwa Nabi beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dan beliau mengatakan:
“Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim, lihat Shifat Shaum An-Nabi, Asy-Syaikh Ali Hasan, hal. 87)
Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar
Dari Ubai ia berkata, Rasulullah bersabda:
“Pagi hari dari malam Lailatul Qadar, matahari terbit tanpa sinar seperti bejana dari tembaga sampai tinggi.” (HR. Muslim)
Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata, bersabda Rasulullah :
“Lailatul Qadar adalah malam yang tenang, cerah, tidak panas dan tidak dingin, matahari terbit di pagi harinya lemah dan berwarna merah.” (HR. Ath-Thayalisi, Ibnu Khuzaimah, dan Al-Bazzar, sanadnya hasan. Lihat Shifat Shaum An-Nabi, Asy-Syaikh Ali Hasan, hal. 90)
Wallahu a’lam.
keutamaan i'tikaf
Keutamaan dan hikmah ibadah I’tikaf
Oleh: Muhammad Nasir
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, segala puji kepunyaan Allah, dan dunia-langit serta isinya juga adalah kepunyaan Allah. Shalawat dan salam dengan tiada hentinya mari kita haturkan kepada nabi Muhammad SAW, utusan terakhir dan pilihan Tuhan yang uswatun hasanah dan berakhlak mulia. Tidak lupa juga, doa keselamatan kita haturkan kepada para sahabat, tabiin, tabit-tabiin, ulama-ulama dan seluruh kaum muslimin. Semoga dalam proses ibadah puasa yang sedang kita jalani ini benar-benar menjadi ajang latihan sehingga keluar menjadi "alumni ramadhan" yang berkualitas. Latihan beribadah yang merupakan kesempatan emas yang tinggal 16 hari lagi mari kita evaluasi, cek dan renungkan apa yang kurang, bagaimana agar lebih efektif, efisien dan menghasilkan sesuatu yang berharga bagi kita kaum muslimin. Dalam buletin jumat kali ini.
Itikaf secara bahasa adalah tinggal di masjid dengan niat tertentu karena taat kepada Allah SWT. Itikaf yang hukumnya sunnah muakkadah adalah bagian ibadah di bulan ramadhan. Azam berkata : sebetulnya disunahkan bagi kaum muslimin semampu dan semaksimalnya mendekatkan diri dan beribadah kepada Allah guna meminta pahalaNya dan mengikuti jejak Rasulallah-Nya, karena beliau telah terus-menerus melaksanakan itikaf di setiap bulan ramadhan. Dalilnya adalah pertama, telah sepakat para ulama bahwasannya itikaf itu telah disyariatkan. Kedua, dari Aisyah RA bahwasannya nabi SAW beritikaf di sepuluh terakhir bulan ramadhan, itu dilakukan sampai akhir hayatnya. Sepeninggalan nabi, istri-istrinya dan para sahabat melanggengkan ibadah itikaf ini (HR Bukhari Muslim).
Ibadah kepada Allah, apapun macam dan namanya mempunyai aturan dan petunjuk sebagaimana yang disuritauladankan nabi Muhammad SAW. Agar ibadah itikaf ini sesuai apa yang diharapkan, maka paling tidak kita mesti mengikuti langkah-langkah yang dicontohkan nabi. Langkah-langkah itu adalah
(1) Rukun itikaf, ini terdiri dari: Satu, niat adalah sesuatu yang urgen dan asasi karena kekokohan niat akan berimplikasi atau berefleksi berbanding lurus dengan niat itu sendiri. Segala rencana dan tujuan di dunia ini tergantung niat, makanya Rasuluallah SAW bersabda: "Sesungguhnya segala perbuatan atau amal itu tergantung pada niat....(HR. Bukhari). Kedua, berdiam di masjid, ini sesuai dengan firman Allah: "....Dan telah Kami perintahkan kepada Ibarahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang itikaf, yang ruku dan yang sujud". (QS. Al-Baqarah 125).
(2) Tempat dan waktu. Tempatnya seperti disinggung di atas adalah di masjid, adapun waktunya adalah sepuluh terakhir bulan ramadhan, meski demikian boleh juga dari awal sampai akhir ramadhan.
(3) Etika itikaf. Itikaf mempunyai etika, disunahkan bagi orang yang beritikaf memegang etika ini agar amalannya diterima. Tatkala orang tersebut menjaga etika maka pahala akan diperoleh dari Allah SWT. Disunahkan juga kepada orang yang beritikaf menyibukkan diri dengan membaca Al-Quran, berdoa dan berdikir kepada Allah, menjauhi perkataan dan perbuatan yang tidak berguna dan ketaatan-ketaatan lainnya. Hal yang penting lagi adalah jangan dijadikan ajang ngerumpi yang membuang-buang waktu. Begitu juga ada orang yang meninggalkan pekerjaannya demi melaksanakan itikaf, dalam hal ini boleh apabila telah mendapatkan izin dari istri misalnya. Hanya saja menjadi kurang bijak apabila meninggalkan tanggung jawabnya, misalnya dengan meninggalkan pekerjaan. Karena menafkahi istri wajib dan itikaf hukumnya sunah, maka dahulukan menafkahi istri.
(4) Larangan itikaf. Pertama, itikaf gugur apabila keluar dari masjid kecuali untuk buang air kecil, bersuci, makan dan kebutuhan lainnya. Kedua, mencampuri wanita, firman Allah SWT : "...... janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beritikaf dalam masjid....." (Al-Baqarah 187). Ketiga, apabila perempuan yang beritikaf haid atau nifas maka wajib baginya keluar dari masjid untuk menjaga kebersihan masjid. Keempat, wanita yang sedang beritikaf yang ditinggal suami meninggal dunia maka menunaikan ibadahnya adalah di luar mesjid. Keenam, orang murtad tidak sah itikafnya.
Pendidikan.
Nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam itikaf. Pertama, sosialisasi definisi ibadah secara universal. Itikaf mengoriginalkan kepada yang melakukannya definisi ibadah akan hak Allah Azza wa Jalla, dimana manusia diciptakan tiada lain untuk beribadah, firmanNya: "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mangabdi kepada-Ku. (QS: Adz-Dzaariyat 56), dimana manusia telah menghibahkan diri dan waktu semuanya untuk ibadah.
Kedua, mendapatkan lailatul qodar, yaitu salah satu tujuan dari itikafnya Rasulallah SAW dimana beliau memulai itikafnya di awal ramadhan kemudian memasuki pertengahan guna mendapatkannya. Tatkala beliau mengetahui bahwasannya lailatul qodar di sepuluh terakhir ramadhan, maka beliau hanya beritikaf di sepuluh terakhir itu.
Ketiga, membiasakan tinggal di masjid. Orang yang beritikaf diharuskan tinggal di masjid dengan waktu yang ditentukan. Terkadang orang yang beritikaf secara kemanusiaan merasa tidak betah di permualaan itikaf, akan tetapi rasa tidak betah ini dengan cepat akan jungkir balik secara pembelajaran dimana jiwa seorang muslim akan merasakan nyaman dan tumaninah berdiam di masjid.
Keempat, lebih jauh pentingnya tinggal/itikaf di masjid berimplikasi pada: a-Orang yang mencintai tinggal di masjid dan mengetahui kapasitas rumah Allah, dimana ini mempunyai nilai di sisiNya; yaitu golongan yang dilindungi Allah di hari yang tidak ada lindungan kecuali lindunganNya. b-Orang yang tinggal di masjid sambil menunggu shalat, menunggunya sama dengan pahala mengerjakan shalat dan malaikat meminta ampunan kepada Allah untuknya. Nabi SAW bersabda: "Sesungguhnya malaikat mendoakan kalian selama di masjid dan dalam keadaan suci; Ya Allah ampunilah dan kasihanilah......(HR. Bukhari). c-Jauh dari kehidupan mewah dan zuhud dalam urusan dunia. d-Mengenyahkan kebiasaan-kebiasaan yang non produktip. e-Pembelajaran sabar yang terus-menerus, sabar dari mengekang diri, makanan, istri, kasur empuk dan banyak lagi.
Tujuan itikaf
Tujuannya antara lain untuk mendapatkan lailatul qadar, bersama dengan Allah Azza wa Jalla dan sebisa mungkin sedikit hubungan dengan banyak manusia sehingga hatinya jinak dengan Allah SWT, memperbaiki hati, memaksimalkan untuk ibadah: membaca Al-Quran, shalat, berdoa dan berdikir, menjaga kualitas puasanya dari hawa nafsu, meminimalisir dalam keduniaan dan mampu berinteraksi dengan apa adanya.
Universitas ruhani tertinggi
Di dunia pesantren dikenal nama tirakat, yaitu menjalani kehidupan dengan sesederhana mungkin. Kata tirakat bahasa tempatan yang pada mulanya adalah tarekat. Itikaf yang sesuai dengan aturan akan menghasilkan pribadi-pribadi tanggguh dan unggul. Kita ambil contoh kecerdasan emosional/akhlak ini menempati point paling tinggi daripada cara berpikir dan adat bawaan seseorang. Seperti baru-baru ini pemilihan hakim agung dari 49 orang calon yang terjaring hanya beberapa orang, yang lainnya tidak masuk kategori karena cacat akhlak. Jadi disini terlihat sekali biasnya nilai akhlak sangatlah penting bahkan mempunyai skor 35 point, lainnya 20-an.
Madhab falsafah juga menyinggung masalah ruhani ini, dimana hakekat tertinggi manusia ditentukan oleh akhlaknya, artinya sehebat apapun orang itu bila ahklaknya minus tidak mustahil akan lebih hina daripada hewan. Memang tidak mudah untuk mencapai maqom itu (universitas ruhani tertinggi) dan memang tidak sembarang orang bisa melakukan itikaf dengan baik dan benar. Mudah di teori, butuh perjuangan dan kesabaran dalam tataran praktek. Tapi bukan tidak mungkin apabila kita sering riyadhah latihan sedikit demi sedikit akan mencapai maqomnya. Riyadhah yang intensif juga tidak ada artinya kalau makanan yang kita makan dari barang haram. Alangkah dahsyatnya apabila zat halal menyatu dan bertemu dengan zat/nilai-nilai yang maha luhur dari Tuhan.
Dengan melakukan itikaf yang baik dan benar seperti diterangkan di atas, seorang mutakif akan mendapatkan hikmah dan keutaman tentunya. Semoga kita meraih menejmen qalbunya ala Rasul, amien. Wallahu Alamu Bishawab.
Itikaf secara bahasa adalah tinggal di masjid dengan niat tertentu karena taat kepada Allah SWT. Itikaf yang hukumnya sunnah muakkadah adalah bagian ibadah di bulan ramadhan. Azam berkata : sebetulnya disunahkan bagi kaum muslimin semampu dan semaksimalnya mendekatkan diri dan beribadah kepada Allah guna meminta pahalaNya dan mengikuti jejak Rasulallah-Nya, karena beliau telah terus-menerus melaksanakan itikaf di setiap bulan ramadhan. Dalilnya adalah pertama, telah sepakat para ulama bahwasannya itikaf itu telah disyariatkan. Kedua, dari Aisyah RA bahwasannya nabi SAW beritikaf di sepuluh terakhir bulan ramadhan, itu dilakukan sampai akhir hayatnya. Sepeninggalan nabi, istri-istrinya dan para sahabat melanggengkan ibadah itikaf ini (HR Bukhari Muslim).
Ibadah kepada Allah, apapun macam dan namanya mempunyai aturan dan petunjuk sebagaimana yang disuritauladankan nabi Muhammad SAW. Agar ibadah itikaf ini sesuai apa yang diharapkan, maka paling tidak kita mesti mengikuti langkah-langkah yang dicontohkan nabi. Langkah-langkah itu adalah
(1) Rukun itikaf, ini terdiri dari: Satu, niat adalah sesuatu yang urgen dan asasi karena kekokohan niat akan berimplikasi atau berefleksi berbanding lurus dengan niat itu sendiri. Segala rencana dan tujuan di dunia ini tergantung niat, makanya Rasuluallah SAW bersabda: "Sesungguhnya segala perbuatan atau amal itu tergantung pada niat....(HR. Bukhari). Kedua, berdiam di masjid, ini sesuai dengan firman Allah: "....Dan telah Kami perintahkan kepada Ibarahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang itikaf, yang ruku dan yang sujud". (QS. Al-Baqarah 125).
(2) Tempat dan waktu. Tempatnya seperti disinggung di atas adalah di masjid, adapun waktunya adalah sepuluh terakhir bulan ramadhan, meski demikian boleh juga dari awal sampai akhir ramadhan.
(3) Etika itikaf. Itikaf mempunyai etika, disunahkan bagi orang yang beritikaf memegang etika ini agar amalannya diterima. Tatkala orang tersebut menjaga etika maka pahala akan diperoleh dari Allah SWT. Disunahkan juga kepada orang yang beritikaf menyibukkan diri dengan membaca Al-Quran, berdoa dan berdikir kepada Allah, menjauhi perkataan dan perbuatan yang tidak berguna dan ketaatan-ketaatan lainnya. Hal yang penting lagi adalah jangan dijadikan ajang ngerumpi yang membuang-buang waktu. Begitu juga ada orang yang meninggalkan pekerjaannya demi melaksanakan itikaf, dalam hal ini boleh apabila telah mendapatkan izin dari istri misalnya. Hanya saja menjadi kurang bijak apabila meninggalkan tanggung jawabnya, misalnya dengan meninggalkan pekerjaan. Karena menafkahi istri wajib dan itikaf hukumnya sunah, maka dahulukan menafkahi istri.
(4) Larangan itikaf. Pertama, itikaf gugur apabila keluar dari masjid kecuali untuk buang air kecil, bersuci, makan dan kebutuhan lainnya. Kedua, mencampuri wanita, firman Allah SWT : "...... janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beritikaf dalam masjid....." (Al-Baqarah 187). Ketiga, apabila perempuan yang beritikaf haid atau nifas maka wajib baginya keluar dari masjid untuk menjaga kebersihan masjid. Keempat, wanita yang sedang beritikaf yang ditinggal suami meninggal dunia maka menunaikan ibadahnya adalah di luar mesjid. Keenam, orang murtad tidak sah itikafnya.
Pendidikan.
Nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam itikaf. Pertama, sosialisasi definisi ibadah secara universal. Itikaf mengoriginalkan kepada yang melakukannya definisi ibadah akan hak Allah Azza wa Jalla, dimana manusia diciptakan tiada lain untuk beribadah, firmanNya: "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mangabdi kepada-Ku. (QS: Adz-Dzaariyat 56), dimana manusia telah menghibahkan diri dan waktu semuanya untuk ibadah.
Kedua, mendapatkan lailatul qodar, yaitu salah satu tujuan dari itikafnya Rasulallah SAW dimana beliau memulai itikafnya di awal ramadhan kemudian memasuki pertengahan guna mendapatkannya. Tatkala beliau mengetahui bahwasannya lailatul qodar di sepuluh terakhir ramadhan, maka beliau hanya beritikaf di sepuluh terakhir itu.
Ketiga, membiasakan tinggal di masjid. Orang yang beritikaf diharuskan tinggal di masjid dengan waktu yang ditentukan. Terkadang orang yang beritikaf secara kemanusiaan merasa tidak betah di permualaan itikaf, akan tetapi rasa tidak betah ini dengan cepat akan jungkir balik secara pembelajaran dimana jiwa seorang muslim akan merasakan nyaman dan tumaninah berdiam di masjid.
Keempat, lebih jauh pentingnya tinggal/itikaf di masjid berimplikasi pada: a-Orang yang mencintai tinggal di masjid dan mengetahui kapasitas rumah Allah, dimana ini mempunyai nilai di sisiNya; yaitu golongan yang dilindungi Allah di hari yang tidak ada lindungan kecuali lindunganNya. b-Orang yang tinggal di masjid sambil menunggu shalat, menunggunya sama dengan pahala mengerjakan shalat dan malaikat meminta ampunan kepada Allah untuknya. Nabi SAW bersabda: "Sesungguhnya malaikat mendoakan kalian selama di masjid dan dalam keadaan suci; Ya Allah ampunilah dan kasihanilah......(HR. Bukhari). c-Jauh dari kehidupan mewah dan zuhud dalam urusan dunia. d-Mengenyahkan kebiasaan-kebiasaan yang non produktip. e-Pembelajaran sabar yang terus-menerus, sabar dari mengekang diri, makanan, istri, kasur empuk dan banyak lagi.
Tujuan itikaf
Tujuannya antara lain untuk mendapatkan lailatul qadar, bersama dengan Allah Azza wa Jalla dan sebisa mungkin sedikit hubungan dengan banyak manusia sehingga hatinya jinak dengan Allah SWT, memperbaiki hati, memaksimalkan untuk ibadah: membaca Al-Quran, shalat, berdoa dan berdikir, menjaga kualitas puasanya dari hawa nafsu, meminimalisir dalam keduniaan dan mampu berinteraksi dengan apa adanya.
Universitas ruhani tertinggi
Di dunia pesantren dikenal nama tirakat, yaitu menjalani kehidupan dengan sesederhana mungkin. Kata tirakat bahasa tempatan yang pada mulanya adalah tarekat. Itikaf yang sesuai dengan aturan akan menghasilkan pribadi-pribadi tanggguh dan unggul. Kita ambil contoh kecerdasan emosional/akhlak ini menempati point paling tinggi daripada cara berpikir dan adat bawaan seseorang. Seperti baru-baru ini pemilihan hakim agung dari 49 orang calon yang terjaring hanya beberapa orang, yang lainnya tidak masuk kategori karena cacat akhlak. Jadi disini terlihat sekali biasnya nilai akhlak sangatlah penting bahkan mempunyai skor 35 point, lainnya 20-an.
Madhab falsafah juga menyinggung masalah ruhani ini, dimana hakekat tertinggi manusia ditentukan oleh akhlaknya, artinya sehebat apapun orang itu bila ahklaknya minus tidak mustahil akan lebih hina daripada hewan. Memang tidak mudah untuk mencapai maqom itu (universitas ruhani tertinggi) dan memang tidak sembarang orang bisa melakukan itikaf dengan baik dan benar. Mudah di teori, butuh perjuangan dan kesabaran dalam tataran praktek. Tapi bukan tidak mungkin apabila kita sering riyadhah latihan sedikit demi sedikit akan mencapai maqomnya. Riyadhah yang intensif juga tidak ada artinya kalau makanan yang kita makan dari barang haram. Alangkah dahsyatnya apabila zat halal menyatu dan bertemu dengan zat/nilai-nilai yang maha luhur dari Tuhan.
Dengan melakukan itikaf yang baik dan benar seperti diterangkan di atas, seorang mutakif akan mendapatkan hikmah dan keutaman tentunya. Semoga kita meraih menejmen qalbunya ala Rasul, amien. Wallahu Alamu Bishawab.
berprestasilah!!!
Untuk meraih sukses, motivasi berprestasi sangat diperlukan. Dengan pengertian lain, motivasi berprestasi adalah memiliki keinginan untuk menjadi terbaik. Tanpa keinginan menjadi yang terbaik, akan menyebabkan seseorang melakukan sesuatu asal-asalan atau asal jadi. Bekerja asal bekerja, berbisnis asal berbisnis, dan belajar asal belajar.
Masalahnya kata “asal” bisa merusak sukses Anda. Anda harus menjadi yang terbaik jika ingin sukses. Persaingan makin sengit, jika tidak menjadi terbaik, maka Anda bisa tertinggal dan kalah dalam persaingan. Mulai sekarang tumbuhkan motivasi berprestasi dalam bidang yang Anda geluti.
Bahkan, manusia teragung spanjang jaman pun, Nabi Muhammad saw, bersabda:
Jika ada sesuatu yang berkaitan dengan urusan dunia, maka kalian lebih tahu tentangnya, sebaliknya jika berkaitan dengan urusan agama, maka kembalilah kepadaku. (HR Ahmad. No 12086)
Dalam hadits versi lengkapnya dijelaskan bahwa hadits ini keluar saat sedang membicarakan cara bercocok tanam. Rasulullah saw mengatakan bahwa beliau bukanlah ahli dalam bercocok tanam. Tapi untuk urusan akhirat, maka Rasulullah saw tentu saja menjadi yang terbaik.
Catatan: Pengertian hadits ini jangan disalah artikan menjadi bebas melakukan urusan dunia. Kita harus melihat dalil lain beserta ilmu Ushul Fiqh tentang urusan dunia dan urusan akhirat. Perlu pembahasan secara integral, tapi bukan cakupannya disini.
OK, sekarang apa bidang Anda. Fokus pada bidang Anda dan jadilah yang terbaik pada bidang Anda. Tumbuhkan motivasi berprestasi pada bidang Anda. Apa pun bidang Anda. Jika Anda seorang pebisnis, maka kejarlah prestasi Anda dalam bisnis. Jika Anda seorang karyawan, kejarlah prestasi kerja Anda, dan jika Anda seorang pelajar maka Anda pun harus mengejar prestasi dalam belajar.
Masalahnya kata “asal” bisa merusak sukses Anda. Anda harus menjadi yang terbaik jika ingin sukses. Persaingan makin sengit, jika tidak menjadi terbaik, maka Anda bisa tertinggal dan kalah dalam persaingan. Mulai sekarang tumbuhkan motivasi berprestasi dalam bidang yang Anda geluti.
Motivasi Berprestasi Fokus Pada Bidang Anda
Yang perlu diperhatikan adalah, Anda tidak perlu berprestasi di segala bidang. Cukup fokus pada bidang Anda. Sebab menjadi terbaik untuk semua bidang itu tidak mungkin. Pilihlah bidang yang sesuai dengan karir atau bisnis Anda, fokuslah disana dan Anda akan akan lebih mudah menjadi yang terbaik. Anggapan bahwa kita harus berprestasi di segala bidang bisa menyebabkan lemahnya motivasi berprestasi. Sebab kita tahu, itu tidak mungkin.Bahkan, manusia teragung spanjang jaman pun, Nabi Muhammad saw, bersabda:
Jika ada sesuatu yang berkaitan dengan urusan dunia, maka kalian lebih tahu tentangnya, sebaliknya jika berkaitan dengan urusan agama, maka kembalilah kepadaku. (HR Ahmad. No 12086)
Dalam hadits versi lengkapnya dijelaskan bahwa hadits ini keluar saat sedang membicarakan cara bercocok tanam. Rasulullah saw mengatakan bahwa beliau bukanlah ahli dalam bercocok tanam. Tapi untuk urusan akhirat, maka Rasulullah saw tentu saja menjadi yang terbaik.
Catatan: Pengertian hadits ini jangan disalah artikan menjadi bebas melakukan urusan dunia. Kita harus melihat dalil lain beserta ilmu Ushul Fiqh tentang urusan dunia dan urusan akhirat. Perlu pembahasan secara integral, tapi bukan cakupannya disini.
OK, sekarang apa bidang Anda. Fokus pada bidang Anda dan jadilah yang terbaik pada bidang Anda. Tumbuhkan motivasi berprestasi pada bidang Anda. Apa pun bidang Anda. Jika Anda seorang pebisnis, maka kejarlah prestasi Anda dalam bisnis. Jika Anda seorang karyawan, kejarlah prestasi kerja Anda, dan jika Anda seorang pelajar maka Anda pun harus mengejar prestasi dalam belajar.
Langganan:
Postingan (Atom)